Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar! Auto Ngerti

Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar! Auto Ngerti

Bagi anda yang sering menulis baik di sarana online atau tengah menyelesaikan makalah atau skripsi, tentu saja sudah akrab bersama dengan yang namanya daftar pustaka. Daftar pustaka sendiri adalah daftar-daftar rujukan di dalam mengerjakan sebuah karya tulis. Biasanya daftar pustaka ini terdapat di akhir sebuah karya tulis.

Apa sih manfaat dari daftar pustaka itu sendiri? Tak lain dan tak bukan adalah sebagai penjelas kepada pembaca tentang sumber kepenulisan. Penulisan daftar pustaka yang benar adalah wujud apresiasi kepada para penulis sumber.

Lantas bagaimana menulis daftar pustaka yang benar? Mengingat anda selalu bingung cara menuliskannya, selanjutnya adalah lima cara yang berfungsi untuk menuliskan daftar pustaka.

1. Menuliskan nama penulis dari karya tersebut
Hal pertama yang pasti ditulis adalah nama penulis. Baik menyita karya dari buku, jurnal, koran, majalah atau internet, penulisan nama penulis ialah menuliskan nama belakang selanjutnya dahulu. Setelah itu beri sinyal koma (,) dan dilanjutkan nama depan dan tengah penulis contoh menulis daftar pustaka .

Jika tersedia gelar di belakang nama penulis seperti gelar pendidikan atau penghargaan, maka itu tak wajib dituliskan. Selanjutnya bagaimana jika terkandung dua penulis di dalam karya tersebut? Format penulisan nama penulis pertama selalu dibalik. Selanjutnya, nama penulis ke-2 dan sesudah itu selalu seperti nama aslinya.

Hal pertama yang pasti ditulis adalah nama penulis. Baik menyita karya dari buku, jurnal, koran, majalah atau internet, penulisan nama penulis ialah menuliskan nama belakang selanjutnya dahulu. Setelah itu beri sinyal koma (,) dan dilanjutkan nama depan dan tengah penulis.

Jika tersedia gelar di belakang nama penulis seperti gelar pendidikan atau penghargaan, maka itu tak wajib dituliskan. Selanjutnya bagaimana jika terkandung dua penulis di dalam karya tersebut? Format penulisan nama penulis pertama selalu dibalik. Selanjutnya, nama penulis ke-2 dan sesudah itu selalu seperti nama aslinya.

2. Menuliskan tahun terbitnya karya selanjutnya
Setelah menuliskan nama penulis, cara sesudah itu adalah menuliskan tahun terbit dari karya yang anda gunakan sebagai referensi. Biasanya data ini terdapat di halaman awal dari sebuah buku atau novel.

Yang wajib diperhatikan dari penulisan tahun terbit ini ialah anda wajib terlalu detil memeriksa apakah itu merupakan tahun terbit pertama, atau tahun cetakan dari karya tersebut. Karena biasanya tersedia cetakan pertama, kedua, dan seterusnya. Tetap gunakan tahun terbit atau penayangan pertama dari karya tersebut.

3. Menuliskan judul dari karya selanjutnya
Selanjutnya anda dapat menulis judul karya yang anda gunakan. Perlu anda catat adalah penulisan judul buku, jurnal dan dari internet miliki beberapa perbedaan. Seperti halnya jika anda menyita dari sebuah buku. Maka judul wajib dibuat bersama dengan font italic atau miring.

Sedangkan untuk judul jurnal, majalah, atau sarana cetak lain anda tak wajib menulis miring judul tersebut. Tapi selalu ditulis tegak, tapi diberi sinyal kutip (“) di awal dan di akhir judul. Hal ini termasuk berlaku untuk penulisan judul dari sarana online seperti internet, ya.

Catatan tambahan untuk karya jurnal, majalah atau koran, maka anda termasuk wajib mengutip halaman mana yang dijadikan sumber. Formatnya adalah diberi sinyal kurung khususnya dahulu. Contohnya (hlm. 2-5)

Leave a Comment